kegiatan MAHAKAM

 

Beranda
Tentang YK-RASI
Kegiatan Mahakam
Kegiatan Pesisir
Ekowisata

Living Lakes
Publikasi/

Video

 

 

 

 

 

 

 Berita...!!!

Direktur RASI Budiono menang Whitley Award 2012

Sangkuliman menjadi tujuan desa wisata untuk Pesut Mahakam

RASI menangVan Bree VTS Award dari almarhum Dr PJH Van Bree

Pengalaman relawan dari Jacquelin alias  'Joko' di desa Sangkuliman

Tur wisata Pesut Mahakam

 

Penilaian Survei Keanekaragaman Hayati

Pertama survei penilaian keanekaragaman hayati dilakukan pada bulan November 2001 dalam rangka menilai status karismatik Lesser Ajudan jenis burung (Leptoptilus javanicus) dan Buaya Siam (Crocodylus siamensis) dan hasilnya menunjukkan kehadiran masih signifikan dari yang pertama, tetapi kehadiran menurun pada spesies kedua. Antara 2005-2007, empat survei keanekaragaman hayati dilakukan di danau Mahakam Tengah dan Wetlands di Area berfokus pada keanekaragaman burung. Didaerah ini setidaknya 298 spesies burung telah diidentifikasi oleh beberapa peneliti termasuk survei RASI. Pada tahun 2007, Penilaian survei ini mendapatkan hasil perubahan jumlah spesies dan individu yang tertangkap setiap tahun oleh penduduk setempat untuk tujuan yang berbeda. Maka dari itu untuk mencegah tangkapan lanjut, RASI telah menyiapkan poster berisi daftar spesies yang dilindungi, yang di distribusikan kesemua kampung / desa dan di semua sekolah.

(Technical Report ..... pdf 453kb)

 

Ekowisata Pesut Mahakam

Kegiatan ekowisata yang berkelanjutan sedang dikembangkan di desa Sangkuliman sepanjang Sungai Pela, yang merupakan migrasi harian untuk pesut tersebut. Di desa ini bentuk berkelanjutan budidaya dimplementasikan, kegiatan peningkatan kesadaran berfokus pada pembuangan limbah yang tepat, seperti daur ulang sampah plastik dan kerajinan tangan, bersama sama belajar dasar percakapan bahasa Inggris oleh Pembicara asli bahasa Inggris. Sangkuliman sekarang juga memiliki homestay di mana wisatawan dapat merasa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa nelayan. Sebuah pusat pendidikan lingkungan yang sedang berlangsung. Antara  25-26 Mei 2013 22 peserta dari agen perjalanan, dinas pariwisata dan pengendara ces bergabung dengan sosialisasi dan acara pelatihan di Sangkuliman dan belajar tentang Pesut, habitat mereka dan bagaimana untuk mendeteksi dan mendekati pesut dan lainnya satwa liar tanpa mengganggu mereka. Pada tanggal 28 Oktober 2013 Sangkuliman dideklarasi sebagai desa wisata (informasi lebih lanjut dari Pesut ekowisata..)

 

Pembentukan Kawasan  Lindung untuk Pesut Mahakam

Setelah identifikasi wilayah inti lumba-lumba di Mahakam, serangkaian survei wawancara, rapat desa dan distrik diselenggarakan di Kabupaten Kutai Tengah sejak tahun 2008 untuk bersosialisasi dan memperoleh kesepakatan masyarakat dan pemerintah untuk pendirian. Wawancara menunjukkan bahwa masyarakat banyak yang mendukung perlindungan habitat (baik untuk lumba-lumba dan sumber daya ikan), tetaThe last multiple stakehopi mereka juga menggarisbawahi pentingnya untuk komiten yang lebih besar oleh pemerintah untuk memonitor dan menegakkan hukum untuk menjamin pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan, Terakhir pertemuan stakeholder multipel terus  di Tenggarong dan kesepakatan sprincipal diperoleh untuk perlindungan daerah. Langkah berikutnya melibatkan pemetaan batas wilayah yang jelas termasuk rawa peminjahan ikan untuk masing-masing 11 desa di dalam kawasan lindung setelah itu kawasan lindung akan dikeluarkan di tingkat kabupaten. Pemerintah Kabupaten Kutai Tengah memeberika  RASI pada tanggal 8 Januari untuk upaya konservasi Pesut Mahakam.

 

 

 

← Kembali Berikut →

 

Copyright 2013 Yayasan Konservasi RASI - All Rights Reserved.